A. Karakteristik Lapisan-Lapisan Bumi
Placeholder untuk gambar...
Bumi kita tersusun dari tiga lapisan konsentris utama yang memiliki komposisi dan karakteristik berbeda.
- Kerak Bumi (Crust): Merupakan lapisan terluar dan paling tipis. Terdiri dari kerak benua (lebih tebal, tersusun dari batuan granit) dan kerak samudra (lebih tipis, tersusun dari batuan basalt). Di sinilah semua aktivitas geologi yang kita amati, seperti gempa dan gunung meletus, terjadi.
- Mantel Bumi (Mantle): Lapisan tertebal yang terletak di bawah kerak. Mantel tersusun dari batuan yang mengandung magnesium dan silikon. Meskipun padat, material di lapisan astenosfer (bagian atas mantel) memiliki sifat plastis dan bisa bergerak, menyebabkan pergerakan lempeng tektonik.
- Inti Bumi (Core): Bagian paling dalam dari Bumi, terbagi menjadi dua bagian. Inti luar berbentuk cair dan tersusun dari besi dan nikel, sementara inti dalam berbentuk padat dengan komposisi yang sama, tetapi tekanannya sangat tinggi.
---
B. Jenis-Jenis Batuan
Placeholder untuk gambar...
Batuan diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama berdasarkan proses pembentukannya dan merupakan bagian integral dari siklus batuan.
- Batuan Beku (Igneous Rocks): Berasal dari magma yang mendingin dan membeku. Batuan ini memiliki ciri-ciri keras, kompak, dan homogen. Jenisnya meliputi:
- Batuan Beku Dalam (Intrusif): Terbentuk dari magma yang membeku perlahan di dalam dapur magma, menghasilkan kristal berukuran besar (contoh: granit).
- Batuan Beku Gang (Hypabissal): Terbentuk dari magma yang membeku di sela-sela lapisan kerak bumi (contoh: diorit).
- Batuan Beku Luar (Ekstrusif): Terbentuk dari lava yang membeku dengan cepat di permukaan bumi, menghasilkan kristal berukuran sangat kecil atau tidak ada (contoh: basalt dan andesit).
- Batuan Sedimen (Sedimentary Rocks): Terbentuk dari hasil pengendapan material batuan lain yang mengalami erosi. Batuan ini sering kali memiliki lapisan-lapisan yang disebut stratifikasi. Jenisnya:
- Klastik: Terbentuk dari fragmen-fragmen batuan yang terangkut dan mengendap (contoh: batu pasir).
- Kimiawi: Terbentuk dari presipitasi mineral terlarut (contoh: stalaktit dan stalagmit).
- Organik: Terbentuk dari sisa-sisa organisme hidup yang mengendap (contoh: batu bara dan kapur).
- Batuan Metamorf (Metamorphic Rocks): Batuan yang mengalami perubahan bentuk dan komposisi akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi, biasanya tanpa meleleh sepenuhnya. Jenisnya:
- Termal/Kontak: Berubah akibat panas tinggi dari magma di sekitarnya (contoh: marmer).
- Mekanik/Dinamo: Berubah akibat tekanan dan gesekan dari pergerakan lempeng (contoh: milonit).
- Regional: Terjadi pada area yang sangat luas akibat tekanan dan panas dari pergerakan tektonik (contoh: batu sabak).
---
C. Tektonisme dan Vulkanisme
Placeholder untuk gambar...
Kedua proses ini adalah manifestasi dari pergerakan lempeng di dalam Bumi.
- Tektonisme: Pergerakan lempeng-lempeng tektonik yang menghasilkan struktur geologis baru. Terdapat dua jenis utama:
- Gerak Epirogenetik: Gerak pengangkatan atau penurunan benua yang sangat lambat dan meliputi area yang luas. Contohnya adalah naiknya daratan Skandinavia setelah tekanan es mencair.
- Gerak Orogenetik: Gerak lempeng yang sangat kuat dan cepat, menyebabkan pembentukan pegunungan melalui proses lipatan dan patahan.
- Vulkanisme: Peristiwa yang berkaitan dengan naiknya magma ke permukaan Bumi.
- Intrusi Magma: Pergerakan magma di dalam kerak Bumi yang tidak sampai ke permukaan. Jika membeku di sela lapisan batuan membentuk kubah, disebut **lakolit**.
- Ekstrusi Magma: Peristiwa keluarnya magma hingga ke permukaan, baik dalam bentuk lava atau material padat (piroklastik).
---
D. Seisme (Gempa Bumi)
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan pada permukaan Bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam.
- Jenis-Jenis Gempa Bumi:
- Gempa Tektonik: Terjadi karena pergeseran lempeng tektonik. Ini adalah jenis gempa paling umum dan sering kali paling merusak, seperti gempa yang menyebabkan **Tsunami Aceh 2004**.
- Gempa Vulkanik: Terjadi akibat aktivitas gunung api, seperti pergerakan magma sebelum letusan.
- Gempa Runtuhan: Disebabkan oleh runtuhnya batuan di gua-gua bawah tanah atau area pertambangan.
- Gempa Tumbukan: Sangat jarang terjadi, disebabkan oleh meteor yang menabrak Bumi.
- Pengaruh Gempa Bumi:
- Positif: Getaran gempa dapat mempermudah penambangan bahan mineral atau batuan berharga karena batuan tersebut bisa terangkat ke permukaan.
- Negatif: Menimbulkan kerusakan bangunan, tanah longsor, dan tsunami.
Mitigasi Bencana Saat Gempa Bumi:
- Di dalam Ruangan: Berlindung di bawah meja yang kokoh. Jika tidak ada meja, lindungi kepala dan leher dengan tas atau tangan, dan jauhi jendela, rak buku, atau benda berat yang bisa jatuh. Hindari penggunaan elevator.
- Di luar Ruangan: Segera cari tempat terbuka yang jauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon. Jika mengemudi, segera menepi dan tetap di dalam mobil hingga getaran berhenti.